Jumat, 05 Juni 2009

Ada Apa Dengan KPU? Kok Di-"Sweeping"


Ada Apa Dengan KPU? Kok Di-"Sweeping"

Jumat, 5 Juni 2009 | 14:27 WIB

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung meminta perlindugan kepada polisi sehubungan terjadinya aksi demo dan sweeping massa Perwakilan Masyarakat Lampung terhadap anggota KPU Lampung.

"Kita akan berkoordinasi dengan kepolisian karena apa yang mereka lakukan ini mengganggu kinerja anggota KPU Lampung," kata Sekretaris KPU Provinsi Lampung, Fahrizal, di Bandarlampung, Jumat (5/6).

Sebanyak 75 orang yang menamakan diri sebagai Perwakilan Masyarakat Lampung melakukan aksi demo dan sweeping di depan Kantor KPU Lampung, Jumat, mulai pukul 07.00. Sweeping itu dimaksudkan untuk mencegah lima komisioner KPU Lampung memasuki kantor mereka.

"Mulai hari ini, kami akan berjaga di sini untuk mencegah kelima komisioner tersebut masuk kantor karena sudah tidak ada gunanya lagi mereka masuk kantor," kata koordinator aksi itu, Insan Hasanudin, di Bandarlampung.

Aksi itu merupakan aksi lanjutan sehari sebelumnya, yang menuntut agar kelima anggota komisioner KPU Lampung diberhentikan KPU Pusat. "Kami akan terus berjaga di sini, sampai pemecatan terhadap mereka dikabulkan," kata dia.

Aksi ini merupakan buntut penandatanganan surat pembatalan pelantikan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP yang ditandatangani empat komisioner KPU Lampung, masing-masing Edwin Hannibal, Pattimura, Nanang Trenggono, dan Solichin.

Meski demikian, Ihsan menambahkan, upaya penerbitan surat tersebut merupakan keputusan kelembagaan sehingga untuk menjamin pilpres mendatang berlangsung jujur dan adil, semua komisioner KPU harus diberhentikan dan diganti. "Bukan hanya empat orang itu, namun kelima-limanya, mereka tidak boleh masuk ke gedung ini lagi," kata dia.

Kelima komisioner KPU tersebut adalah Edwin Hannibal, Pattimura, Nanang Trenggono, Handi Mulyaningsih, dan Solichin. Kelimanya tidak terlihat berada di kantor KPU sejak Jumat pagi, setelah sehari sebelumnya sempat masuk kantor dan memimpin Rapat Persiapan Kampanye Pilpres 2009.

Massa mulai berkumpul di depan gedung KPU Lampung, Jalan Sudirman, Bandarlampung, sejak pukul 07.30. Massa mengawali aksinya dengan melakukan sweeping terhadap lima anggota KPU di dalam gedung.

Setelah itu, hingga pukul 11.10, massa tampak berjaga-jaga di depan pagar gedung KPU Lampung, sementara pengamanan polisi berdiri tidak jauh dari massa. "Kami akan menunggu di sini sampai jam kantor berakhir," kata Ichsan.

Boediono: Saya Tidak Punya Burung

Jumat, 5 Juni 2009 | 13:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kunjungan Boediono ke Pasar Inpres Jelambar, Grogol, Jakarta Barat, disambut antusiasme pedagang pasar. Carmat (50), pedagang burung di Pasar Inpres Jelambar sempat berdialog dengan Boediono.

Ketika tengah dialog, tiba-tiba salah seorang warga sekitar memintanya untuk memborong dagangan Carmat. "Borong, Pak," celetuk salah seorang warga, Jakarta, Jumat (5/6). Hal ini disampaikan saat Boediono bertanya kepada Carmat mengenai harga makanan burung, telur rangrang.